Ini cerita tentang minuman serbuk dari dua bahan dapur yang itu-itu saja: jahe emprit dan kayu secang. Minuman ini dicoba langsung ke warga untuk membantu meredakan asam urat. Semua datanya kami ceritakan di sini pakai bahasa yang gampang.
Gampangnya begini: ada kristal-kristal kecil dan tajam yang menumpuk di sendi, mirip serpihan kaca mini. Tumpukan itulah yang bikin sendi terasa nyeri saat digerakkan. Yuk, kita bahas pelan-pelan.
Tiba-tiba sendi terasa nyeri, bengkak, memerah, dan hangat saat disentuh. Paling sering kena pangkal jempol kaki, tapi lutut, pergelangan tangan, sampai siku juga bisa.
Asam urat itu sisa dari tubuh saat mengolah zat bernama purinZat alami dari sel tubuh dan sebagian makanan, yang jika dipecah tubuh akan menghasilkan asam urat.. Zat ini bisa datang dari tubuh kita sendiri, bisa juga dari makanan yang kita makan.
Kalau didiamkan, nyerinya bisa datang berulang, muncul benjolan keras di sendi, sendinya rusak, bahkan lama-lama ginjal ikut terganggu.
Kabar baiknya, ini bisa dikendalikan: periksa sejak dini, jaga berat badan, banyak minum air putih, kurangi makanan tinggi purinBanyak ditemukan pada jeroan, makanan laut tertentu, dan minuman beralkohol., dan rajin bergerak.
Dua angka pertama itu batas kadar asam urat yang masih dianggap normal. Angka terakhir adalah jumlah kasus yang pernah tercatat di satu puskesmas.
Ketuk pilihan di bawah untuk melihat angkanya berdasarkan usia atau jenis kelamin, dari data di Indonesia.
Makin bertambah usia, makin gampang kena. Wajar, karena cara tubuh mengolah makanan dan kebiasaan makan ikut berubah seiring umur. (Rohmah, 2021)
Di data nasional ini, ternyata perempuan sedikit lebih banyak yang kena dibanding laki-laki. (Nizar & Zuniawati, 2019)
Berapa banyak orang yang sudah terdiagnosis maupun baru bergejala asam urat, menurut data nasional dan Jawa Timur.
Dua bahannya, jahe emprit dan kayu secang, gampang tumbuh di Desa Joho. Ketuk tiap kartu untuk lihat isi dan cara kerjanya.
Jahe kecil yang rasanya pedas dan hangat. Biasa dipakai buat wedang, tapi diam-diam juga bisa meredakan radang.
Di dalam jahe ada gingerol dan shogaol. Keduanya menahan kerja enzim COX-2Enzim yang memicu produksi zat pemicu nyeri dan bengkak (prostaglandin) di tubuh., yaitu enzim yang menyuruh tubuh membuat zat pemicu nyeri dan bengkak. Kalau enzim ini ditahan, radang di sendi bisa ikut reda.
Serutan kayu yang kalau direbus mengeluarkan warna merah pekat. Warna merah itu justru datang dari zat sehat di dalamnya.
Di dalam secang ada brazilin. Tugasnya menangkap "radikal bebas", yaitu zat perusak sel, sebelum sempat bikin kerusakan. Dengan begitu, radang di sendi akibat kristal asam urat tidak makin parah.
Ringkasnya, begini alur kerjanya, dari bahan di gelas sampai efeknya terasa di sendi:
Semuanya berawal dari jahe emprit dan kayu secang yang diseduh jadi satu minuman hangat.
Dari seduhan itu larut senyawa aktifnya, yaitu gingerol, shogaol, dan brazilin, yang menjadi mesin kerjanya.
Senyawa tadi menekan enzim pemicu nyeri (COX-2) sekaligus meredam radikal bebas, sehingga peradangan sendi ikut mereda.
Pada akhirnya kadar asam urat berpotensi ikut turun, selama diminum rutin dan dibarengi pola hidup sehat.
Satu sachet isinya beberapa bahan, dan tiap bahan punya tugasnya sendiri. Ketuk salah satu bahan untuk melihatnya di lingkaran.
Ketuk tiap langkah untuk buka detailnya.
Jahe diblender dengan air (1 bagian jahe : 2 bagian air), disaring, lalu didiamkan 1 jam. Kayu secang direbus (1 : 5) di suhu 70–80°C selama 15–20 menit sampai warna merahnya keluar penuh.
70–80°C, 15–20 menitAir jahe dan air secang dicampur jadi satu di wadah stainless, ditambah sedikit asam sitrat dan garam, lalu diaduk sampai benar-benar larut.
Campuran tadi diberi maltodekstrin, diratakan di loyang beralas kertas roti, lalu dikeringkan pakai mesin pengering sampai jadi lembaran kering.
50–60°C, 10–12 jamLembaran kering itu digiling lalu diayak supaya jadi serbuk halus yang cepat larut waktu diseduh.
Ayakan 60–80 meshSerbuk dikemas dalam sachet alumunium foil yang rapat udara, karena serbuk ini gampang menyerap lembap. Cara minumnya: seduh 15–20 gram dengan 150 ml air hangat 80°C.
15–20 g, 150 ml air, suhu 80°CGeser takaran serbuk untuk 150 ml air hangat 80°C. Warna dan kepekatannya ikut berubah. Anjuran per sajian ada di rentang 15–20 gram.
Ada 13 warga yang ikut mencoba. Kadar asam urat mereka dicek sebelum dan sesudah rutin minum. Yuk, lihat perubahannya.
Beberapa angka penting dari uji coba ke 13 warga tadi, mulai dari kondisi awal sampai efek setelah minum.
Berapa persen warga yang bilang "sangat suka" untuk tiap hal: bentuk, warna, aroma, rasa, dan teksturnya.
Banyak orang belum rutin memeriksakan diri, padahal asam urat cukup sering dijumpai. Setelah diberi penjelasan singkat dan diajak melihat cara membuat produknya, warga jadi lebih paham. Minuman jahe emprit dan secang ini pun disukai, baik dari segi rasa maupun tampilannya. Tapi ingat, untuk benar-benar menurunkan kadar asam urat, minuman ini perlu diminum rutin dan dibarengi pola hidup sehat.